Monday, January 11, 2016

Wireless Network



Wireless Lokal Area Network (LAN) adalah suatu sistem komunikasi data yang sifatnya fleksibel tidak tergantung panjang kabel yang biasa digunakan pada perangkat LAN biasa (Wired). Dengan menggunakan teknologi frekuensi radio, wireless LAN mengirim dan menerima data melalui media udara, dengan mengkombinasikan antara konektivitas data dengan mobilitas user. WiFi (Wireless Fidelity) yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk WLAN yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Pada saat ini terdapat 4 standardisasi untuk WiFi ini sendiri yaitu:
1. 802.11a: Ini adalah standar yang sedikit digunakan, terutama di pasar konsumen, namun beberapa komputer dibundel  dengan dual-band  wireless  (802.11a/g).  Meskipun standar ini lebih tua  dari 802.11b  (akan dijelaskan selanjutnya), ia memiliki (atau lebih baik) atau sama dengan kecepatan maksimum 802.11g, yang kemudian menjadi standar. 802.11a adalah standar satu-satunya yang menggunakan rentang frekuensi yang berbeda (5 GHz, bukan 2,4 GHz), jadi menggunakan standar ini berarti bahwa Anda tidak mungkin memiliki masalah dengan gangguan dari jaringan lain yang hampir sama populer atau lebih. Namun, karena frekuensi tinggi, sinyal-sinyal dari produk 802.11a umumnya tidak sejauh yang dijangkau oleh sinyal dari perangkat yang menggunakan standar lain.

2. 802.11b: Ini adalah standar jaringan nirkabel pertama yang banyak digunakan di rumah-rumah dan bisnis. Standar ini sekarang telah digantikan oleh 802.11g. Jika membeli komputer dengan terintegrasi (built-in) nirkabel atau membeli produk nirkabel sebelum semester pertamat tahun 2003, komputer tersebut mungkin menggunakan komponen wireless 802.11b.

3. 802.11g: Ini adalah standar yang paling banyak digunakan saat ini. Ini mirip dengan 802.11b tetapi merupakan versi perbaikan dengan kecepatan yang jauh lebih besar yaitu sampai dengan 54 Mbps. Produk standar 802.11g kompatibel dengan 802.11b, sehingga Anda dapat mencampur dua perangkat dalam jaringan nirkabel yang sama. Standar 802.11a sebelumnya, tidak kompatibel dengan kedua standar ini dan bahkan tidak menggunakan frekuensi yang sama. Jika membeli komputer dengan produk nirkabel terintegrasi atau beli setelah semester pertama tahun 2003, komponen nirkabel yang cenderung digunakan adalah standar 802.11g.

4. 802.11n: Sebuah standar berkembang yang kompatibel dengan 802.11b dan produk g. Ketika standar ini selesai, Anda mungkin bisa mendapatkan tarif data sampai 540 Mbps, yang sepuluh kali lebih cepat dari standar yang ada. Selain itu, produk ini akan memiliki jangkauan lebih lama dengan menggunakan teknologi smart-antena yang kuat, disebut Multiple Input Multiple Output (MIMO), yang sudah tersedia di beberapa produk-produk jaringan nirkabel. Anda sudah dapat membeli produk berbasis teknologi ini yang disebut sebagai pra-n atau produk 802.11n. Namun kedua router nirkabel Anda dan komputer Anda harus 802.11n untuk kompatibel dengan semua fasilitasnya.


Ada dua jenis media yang biasa digunakan untuk wireless LAN, yaitu:
1. Media radio, keunggulannya adalah karena gelombang radio dapat merambat menembus objek sepertu dinding dan pintu.
2. Media  inframerah,  inframerah  yang  jauh  lebih  tinggi dari pada  gelombang  radio, inframerah  yang digunakan umumnya dinyatakan  dalam  panjang  gelombang (biasanya dalam nanometer(800nm dan 1300nm)) bukan dalam frekuensi. Keuntungan menggunakan inframerah dibandingkan dengan gelombang radio adalah tidak diperlukan regulasi yang sulit dalam penggunaanya. Untuk mereduksi efek noise pada sinyal inframerah digunakn bandpass filter.


Beberapa media transmisi dan receiver wireless :
1. Access Point, digunakan untuk melakukan pengaturan lalulintas jaringan dari mobile radio ke jaringan kabel atau dari backbone jaringan wireless client/server. Biasanya berbentuk kotak kecil dengan 1 atau 2 antena kecil. Peralatan ini merupakan radio based, berupa receiver dan transmiter yang akan terkoneksi dengan LAN kabel atau broadband ethernet. Saat ini beredar di pasaran adalah access point yang telah dilengkapi dengan router di dalamnya yang biasa disebut wireless router.






a. Wireless Router,  sebagai penghubung (access point) untuk jaringan Local bisa berfungsi memforward IP di luar dalam jaringan Local. Sebagai contoh kita mempunyai IP 192.168.0.1 untuk jaringan Local kita sedangkan kita ingin jaringan 192.168.0.1 kita tidak tersentuh oleh orang luar dari jaringan local itu. Kesimpulan dari wireless  raouter juga adalah  sebuah  acces  point  yang berfungsi meneruskan IP Local kita sedangkan Router berfungsi meneruskan IP local kita menjadi IP yang kita inginkan.



2.Peralatan Penunjang
a.Kabel Pigtail atau kabel jumper dan konektor, kabel penghubung AP ke Antena Eksternal. Alat ini diperlukan untuk menghubungkan antara antena eksternal dengan access point. Pada kedua ujung kabel terdapat konektor dimana type konektor disesuaikan dengan konektor yang melekat pada access point. Kebanyakan Pigtail di pasaran adalah : RP- SMA to N-Type Male dan RP-TNC to N-Type Male.


b. Antena Eksternal, Tower dan Penangkal Petir ( Lightning Arrester ), digunakan untuk meningkatkan jarak jangkau wireless LAN. Antena bawaan AP dilepas kemudian dengan pigtail, RF out AP dihubungkan ke Antena eksternal. Untuk memperluas area jangkauannya, di perlukan antena Omni eksternal, yang rata-rata berkekuatan 15dB. Antena Omni ini memiliki pancaran atau radiasi 360 derajat, jadi dapat menjangkau client dari arah mana saja.






Sebagai pengaman dari petir maka kita memerlukan alat berfungsi menyalurkan kelebihan beban listrik  saat  petir  menyambar  ke kabel  pembumian(grounding),  biasa  dikenal  dengan Lightning Arrested Protector, dipasang pada kabel jumper antara perangkat access point dengan antena eksternal.  Grounding untuk menangkal petir umumnya ditanam dengan batang tembaga hingga kedalaman beberapa meter sampai mencapai sumber air. Ingat grounding yang kurang baik akan menyebabkan perangkat wireless tetap rentan terhadap serangan petir.





c. POE (Power Over Ethernet), Agar kabel listrik tidak perlu dinaikkan ke atas saat turn on access point maka diperlukan alat yang dinamakan POE, POE ini fungsinya mengalirkan listrik melalui kabel ethernet atau kabel UTP/STP, dengan alat ini maka anda perlu repot-repot lagi menarik kabel listrik dari bawah ke atas tower. Cara ini tentu akan lebih praktis dan hemat.
 
d. Kabel UTP/STP, diperlukan untuk menghubungkan antara access point dengan jaringan kabel pada LAN lokal, jadi di bawah bisa ditancapkan ke komputer Gateway/Router atau ke Hub/Switch. Pilih kabel UTP/STP yang berkualitas guna meningkatkan kualitas arus listrik yang dilewatkan melalui POE.
 

0 komentar:

Post a Comment