Sunday, January 10, 2016

Penggunaan Twitter Sebagai Media Sosial dan Komunikasi Dikalangan Mahasiswa

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia, khususnya perkembangan internet sebagai sarana mempermudah akses informasi dan komunikasi yang menghubungkan setiap orang diberbagai belahan dunia, sangatlah pesat. Pengguna internet pun semakin meluas, tidak hanya kalangan atas yang bisa menggunakannya, kini seluruh lapisan masyarakat bisa mengaksesnya, seiring semakin mudahnya mengakses internet melalui laptop, bahkan perangkat telepon genggam. Biaya untuk mengaksesnya pun semakin murah, provider internet semakin gencar bersaing dalam menawarkan tarif yang lebih murah untuk para pelanggannya. Akses wi-fi (wireless fidelity) sangat mudah didapat bila kita berkunjung ke pusat-pusat keramaian, bahkan kampus dengan gratis. Warung-warung internet (warnet) pun semakin marak dengan biaya akses yang bisa dikatakan murah.

Dulu kita ingat betul bahwa internet hanya dimaknai sebatas untuk berkirim pesan elektronik (e-mail), browsing, dan chatting. Namun sekarang kita sudah sangat lumrah menjumpai istilah nge-blog, nge-twit, Facebook-an, upload video, update status, dan lain sebagainya. Ya, saat ini menurut saya telah terjadi perubahan yang sangat drastis terhadap pemanfaatan media internet, kini internet juga menjadi media sosial, sharing, dan berhubungan dengan teman bagi para penggunanya. Dapat kita lihat, di kalangan mahasiswa sendiri, berapa banyak mahasiswa yang mempunyai account Facebook, Twitter, Friendster, my space, youtube, hi-five, yahoo koprol, formspring atau foursquare dibandingkan mereka yang tidak aktif di jejaring sosial ini. Kini para penggunanya, terutama di kalangan mahasiswa malahan lebih banyak mengakses internet hanya untuk membuka situs-situs pertemanan tersebut dibandingkan dengan mencari informasi yang menunjang perkuliahannya. Keberadaan jejaring sosial membuat seseorang sangat betah berlama-lama didepan laptop sambil dimanjakan dengan berbagai fitur seperti bertukar dinding (wall) dan chatting pada Facebook, dan lain sebagainya. 

Salah satu situs jejaring sosial yang perlu mendapat perhatian khusus adalah Twitter. Twitter adalah salah satu jejaring sosial yang sangat popular di Indonesia, dan di dunia. Setelah maraknya fenomena penggunaan Facebook, Twitter hadir dengan membawa format baru berupa micro-blogging. Dalam waktu yang tergolong singkat, Twitter sanggup memikat hati banyak pengguna internet, khususnya di kalangan para mahasiswa.

Twitter adalah salah satu dari social network yang banyak dinikmati oleh berbagai kalangan, baik tua, remaja, bahkan anak kecil. Konsep yang diusung Twitter adalah micro-blogging berupa menyebarkan informasi pesan secara singkat, padat, dan real-time, didalam sebuah kalimat yang berjumlah kurang dari 140 karakter kepada para pembacanya yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Pengguna Twitter dapat menyebarkan dan menuliskan pesannya dalam bermacam cara, bisa melalui situs resminya di http://www.twitter.com atau melalui beberapa aplikasi untuk browser di computer, seperti Twirl, Snitter, Twitterfox, Echofon, tweetMachine, dan lain sebagainya. Untuk pengguna Twitter yang sering bermobilisasi, ada pula Twitter via sms, Twitter via browser handphone melalui dabr, tuitwit, m.tweete.net, Twitter for Blackberry, uberTwitter bagi pengguna Blackberry, atau Twitter for Android bagi pengguna handphone bersistem operasi Android. Saat ini Twitter menempati urutan ke-17 dari 100 urutan website terbanyak diakses di Indonesia, masih dibawah Facebook yang menempati urutan pertama.

Ide pembuatan media online Twitter adalah berawal dari pertanyaan sepele, “Apa yang anda lakukan saat ini?”. Jawaban dari pertanyaan tersebut akan disebarluaskan oleh Twitter melalui fasilitas antar muka (dashboard) penggunanya. Twitter juga menyediakan aplikasi antarmuka tersebut tampil di website penggunanya. Twitter bisa digunakan sebagai sarana penyebar informasi kepada semua orang, baik yang dikenal ataupun tidak. Penyampaian pesan dalam Twitter umumnya tidak mengharapkan balasan/respon dari pengguna lainnya, namun hal ini lambat laun berganti menjadi situs “tanya-jawab” bagi penggunanya melalui sistem retweet (RT). Untuk urusan sosial, Twitter mampu memberikan informasi cepat mengenai keberadaan orang lain atau kegiatan apa yang sedang kita lakukan. Untuk urusan bisnis, Twitter bisa dijadikan alalt untuk mengumumkan kabar terbaru atau posting blog terbaru dari sebuah perusahaan bahkan bisa digunakan untuk berinteraksi dengan konsumen. Twitter saat ini juga memudahkan kolaborasi internal dan komunikasi dalam sebuah kelompok.

Alasan mengapa banyak yang memilih Twitter, yaitu:
1. Followings dan Followers.  
Di twitter, kalau kita ingin mengikuti update status seseorang, harus menjadi “follower” tanpa “meminta” pertemanan (kecuali untuk yang mengaktifkan privacy). Jika di-follow, kita tidak harus membalas menjadi follower dia. Jadi timeline hanya berisi update status orang-orang yang kita pilih saja. Jika suatu saat tidak suka, kita bisa unfollow orang tersebut, otomatis update statusnya tidak ada dalam timeline kita. Di facebook, semua teman bisa membaca update status kita. Sebaliknya, kita juga bisa membaca update status semua teman kita itu. Tidak dibedakan apakah teman akrab / dekat, atau teman yang belum kenal sekalipun. Update status semua teman muncul di beranda kita, sulit mengatur supaya di beranda hanya muncul update status orang-orang yang kita pilih, mungkin caranya hanya dengan “memutuskan pertemanan”. 
2. Tanpa Konfirmasi.
Di Twitter, Jika tidak mengaktifkan privacy, maka semua orang bisa membaca update status kita, termasuk orang yang belum punya akun twitter. Semua orang juga bisa follow tanpa harus meminta konfirmasi dari kita. Mungkin alasan ini yang membuat beberapa artis, selebritis, politikus, mentri, sampai presiden punya twitter. Akun mereka biasanya di follow oleh ribuan orang. Kalau di facebook tentu repot mengkonfirmasi satu-persatu permintaan teman yang jumlahnya puluhan ribu.

Penggunaan Twitter dikalangan Mahasiswa
Twitter digunakan mahasiswa untuk memenuhi kebutuhannya tentang informasi, media sosialisasi dan promosi, tetapi kadang penggunaannya disalahgunakan untuk menyerang seseorang melalui “kicauannya” di twitter. Sehingga twitter memiliki dampak positif dan negatif untuk mahasiswa.
                                                     > Dampak positif dari twitter :
1. Sebagai media promosi.
2. Memperluas pergaulan.
3. Media informasi.
4. Sebagai alat komunikasi jarak jauh.
5. Meraih kepopuleran.


 


> Dampak negatif twitter :
1. Menjadi pemicu konflik antar pengguna account.
2. Menjadi tergantung atau kecanduan pada twitter.
3. Membatasi pertemuan tatap muka.
4. Menghabiskan waktu.



Jadi, penggunaan twitter dalam mahasiswa memiliki dampak baik dan buruk. Sehingga kita sebagai mahasiswa pengguna jejaring sosial seperti twitter harus bisa mengendalikan diri dalam penggunaannya dan bisa memanfaatkan teknologi yang ada itu secara baik dan benar.

0 komentar:

Post a Comment