Friday, September 26, 2014

Ilmu Sosial Dasar (MKDU)


Permasalahan Sosial di Indonesia

Masalah sosial merupakan suatu kondisi yang terlahir dari sebuah keadaan masyarakat yang tidak ideal. Artinya, selama dalam suatu masyarakat masih dijumpai adanya kebutuhan masyarakat yang tidak terpenuhi secara merata, maka masalah sosial akan selalu ada. Dalam kehidupan masyarakat yang beraneka ragam seperti di Indonesia, tentu akan banyak sekali ditemui permasalahan sosial.


Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.

Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.

Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :

1. Faktor Ekonomi
Masalah ini timbul karena pemicunya dari faktor negara, biasanya kemiskinan, pengangguran, dan sebagainya. Masalah sosial jenis ini yang paling bertanggung jawab adalah pemerintah. Faktor ekonomi pada kalangan masyarakat kelas bawah, biasa berkembang menjadi tindakan kriminalitas atau disebut juga jambret, pencuri, penjarahan, dan sebagainya. Sedangkan pada kalangan atas dan birokrat biasanya melakukan tindakan kejahatan kerah putih atau disebut juga korupsi, kolusi dan nepotisme. Meski faktor ekonomi yang bertanggung jawab adalah pemerintah tetapi masalah sosial ini relatif dilakukan oleh penjabat pemerintah yang ingin memperkaya dirinya sendiri tidak memikirkan masyarakatnya. Perbuatan tersebut harus segera diberantas agar masyarakat hidup sejahtera dan negara semakin maju.

Saat ini masih banyak masalah-masalah sosial yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah dan kita semua. Masalah sosial seharusnya harus diselesaikan bersama dan bukan hanya sebagian atau beberapa orang, melihat Indonesia adalah Negara dengan jumlah penduduk terbanyak. Semakin banyak individu akan semakin banyak pula persoalan yang dihadapi masing-masing individu.

2. Faktor Budaya
Budaya yang berkembang pada masyarakat memiliki peran banyak pemicu masalah sosial. Seperti kebiasaan ijon pada pertanian, pernikahan dini, acara adat yang terlalu mewah dan berlebihan, kawin cerai, kenakalan remaja, dan sebagainya.
Seiring dengan perkembangan zaman dan dengan banyaknya budaya luar yang masuk ke Indonesia menyebabkan berbagai macam masalah sosial dan budaya dalam masyarakat Indonesia. Saat ini nilai budaya di Indonesia mulai lahan perlahan menghilang oleh masuknya budaya barat yang begitu mudah masuk kekehidupan dan mudah ditiru masyarakat Indonesia saat ini. 

Pemerintah, masyarakat dan pelaku budaya perlahan meninggalkan budaya tradisional mereka dengan alasan mengikuti arus globalisasi. Akibatnya nilai budaya Indonesia di mata dunia seperti kehilangan ciri khas dan citranya. Akan tetapi ada negara luar yang memanfaatkan budaya Indonesia untuk dijadikan kebiasaan orang barat. Seakan akan masyarakat Indonesia menjual aset budaya mereka yang didapatkannya secara natural. Tetapi kecepatan perubahan tiap daerah berbeda-beda tergantung pada dukungan dan kesiapan masyarakat untuk memilih. Perbedaan perubahan tersebut dapat mengakibatkan munculnya kecemburuan sosial yang harus dihindari.

Dilihat dari artinya masalah sosial dan budaya adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terus menerus terjadi pergesekan antara unsur-unsur yang ada dapat mengakibatkan gangguan hubungan sosial seperti retaknya kehidupan sesama kelompok atau masyarakat. Penyelesaian masalah sosial karena faktor budaya dilakukan secara hati - hati agar tidak terjadi resitensi atau penyimpangan dari anggota masyarakat. Tindakan pelurusan budaya dilakukan oleh orang yang memiliki wawasan budaya yang tinggi, atau lebih baik dari kalangan generasi muda untuk melanjutkan budaya tersebut. Agar budaya Indonesia selalu dicintai oleh generasi muda yang baru.

3. Faktor Biologis
Dahulu masyarakat masih sering mengenal perkawinan sedarah, sehingga menghasilkan ketutunan / generasi yang tak sempurna, seperti cacat fisik maupun lemah IQ, generasi hasil perkawinan ini yang menimbulkan masalah sosial. Namun faktor biologis atau keturunan sekarang sudah berkurang.

4. Faktor Psikologis
Masalah sosial dikarenakan faktor psikologis, kerap melanda masyarakat perkotaan. Masalah ini timbul karena faktor beban hidup di kota besar lebih berat, pekerjaan yang membuat stress memicu mereka cepat marah dan terkadang timbul konflik antara tetangga. Contoh perilaku pengendara mobil dan sepeda motor diperkotaan dapat berubah total karakter sifat manusia. 

Terdapat beberapa tanggapan masyarakat sebagai dampak perubahan sosial yang menimbulkan suatu ketidakpuasan, penyimpangan masyarakat, ketinggalan, atau ketidaktahuan adanya perubahan, yaitu sebagai berikut.
  1. Perubahan yang diterima masyarakat kadang-kadang tidak sesuai dengan keinginan. 
  2. Perubahan mengancam kepentingan pihak yang sudah mapan. 
  3. Perubahan dianggap sebagai suatu kemajuan sehingga setiap perubahan harus diikuti tanpa dilihat untung ruginya bagi kehidupan. 
  4. Ketidaktahuan pada perubahan yang terjadi. 
  5. Masa bodoh terhadap perubahan.
  6. Ketidaksiapan menghadapi perubahan.


Beberapa solusi penyelesaian beberapa persoalan masalah-masalah sosial yang ada, seperti : kemiskinan, pengganguran, urbanisasi, transmigrasi, narkoba, prostitusi, konflik sosial, korupsi, kolusi dan terakhir nepotisme. Masalah-masalah sosial tersebut dapat diselesaikan melalui beberapa aspek yakni : pendidikan, hukum, HAM, keluarga dan lingkungan. Tentunya setiap aspek memiliki keutamaan masing-masing yang semuanya harus dijalankan dengan seimbang dan tidak boleh lebih mengutamakan hanya satu aspek saja dan yang lain tidak dihiraukan. Jadi pada intinya semua aspek sangat berhubungan yang apabila dilaksanakan dengan baik, benar dan tepat akan dapat mengatasi masalah-masalah sosial tersebut.

Sumber :

0 komentar:

Post a Comment