Radiosity adalah sebuah teknologi rendering
yang melakukan perhitungan interaksi cahaya dengan lingkungannya secara
realistis. Radiosity juga adalah sebuah teknik untuk melakukan perhitungan
global illumination pada komputer grafis. Global illumination diterjemahkan
sebagai penerangan global. Semua benda dapat terlihat karena adanya penerangan
global.
Radiosity
memberikan sebuah penyelesaian terhadap interaksi difusi, akan tetapi dengan
mengorbankan lingkungan kedalam elemen “largish”
(yang mana pencahayaanya tetap). Pendekatan ini tidak dapat menanggulangi
pantulan spekular yang tajam dan pada dasamya kita memiliki dua penyelesaian
global yaitu pelacakan sinar (yang menangani pantulan specular global) dan
radiosity (yang menangani pantulan difusi global).
Metode
radiosity telah dikembangkan untuk menerangkan interaksi dari cahaya difusi
antara elemen dalam sebuah gambar. Metode ini sangat bagus untuk menghasilkan
gambar dari lingkungan interior, yang kebanyakan kumpulan dari obyek yang bukan
spekular, dan ini menghasilkan interior yang kelihatan nyata.
1. Kelebihan
Radiosity
Radiosity
dapat mensimulasikan efek-efek cahaya dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya:
Ø
Soft-Shadow yaitu bayangan dalam kehidupan
nyata yang tidak terlalu tampak gelap tetapi semu.
Ø
Color-Bleed yaitu pendekatan 2 benda yang
warnanya kontras, maka warna salah satu benda akan menyebrang ke benda lain.
Ø
Ambient Occlusion (AO) yaitu pencahayaan tidak langsung
dan bayangan yang dihasilkannya.
2. Kekurangan
Radiosity
Ø
Membutuhkan
biaya yang mahal.
Ø
Membutuhkan
waktu yang lama untuk menghasilkan hasil yang realistik.
Ø
Membutuhkan
kapasitas memory yang besar.
3. Algoritma
Dasar Pada Radiosity
Pilihan
algoritma dasar di dalam metode radiosity adalah sebagai berikut:
a. Gathering
Sebuah
matriks dari faktor bentuk dihitung, disimpan, dan digunakan dalam sebuah
penyelesaian
Gauss-seidel tradisional.
b. Shooting
Metode
dengan pencahayaan yang di pancarkan kedalam lingkungan dan melakukan
dioptimasi
secara visual untuk memperhitungkan jumlah energi yang dipancarkan.
c. Shooting
dan ambient
Hampir
sama dengan metode shooting hanya saja pada masing-masing iterasi mutu dan
ketelitian
penyelesaian ditambahkan sedangkan pencahayaan ambient dikurangi.
d. Radiosity
hibrida dan pelacakan sinar
Metode
radiosity standar menyediakan sebuah penyelesaian untuk interaksi dari
permukaan difusi
di dalam sebuah lingkungan tertutup. Jika metode radiosity
tersebut menjadi sebuah teknik sintesa
gambar standar, maka ia harus
mencantumkan pemodelan fenomena spekular yang menggabungkan
sebuah fungsi
pantulan dua arah kedalam persamaan radiosity dasar dan mengambil sebuah
penyelesaian yang tidak tergantung pada pandangan terhadap antar pantulan
spekular.
4. Contoh
Radiosity
Contoh Radiosity pada film
“The Adventures of Tintin: The
Secret of the Unicorn (2011)”
The Adventure of Tintin: The Secret
of the Unicorn adalah film 3D motion
capture computer animated yang dirilis pada tahun 2011. Film ini diangkat dari
serial komik berjudul sama karya kartunis asal Belgia, Herge. Filim ini
disutradarai oleh Steven Speilberg, diproduseri oleh Peter Jackson dan dituis
oleh Steven Moffat.
Contoh Radiosity yang sering terlihat pada film ini salah satunya adalah
efek Soft-Shadow. Terlihat jelas pada
scene ini terdapat banyak efek Soft-Shadow dimana-mana. Kita dapat
meilhat bayangan halus lampu meja yang jatuh ke dinding karena terkena sinar
matahari yang masuk melalui jendela. Ada pula baju Tintin yang berkerut
sehingga menyebabkan bayangan-bayangan samar yang membuatnya semakin realistik.
Pada scene selanjutnya juga terlihat
jelas efek Soft-Shadow dari topi
detektif yang jatuh pada wajah bagian dahi. Bayangan topi yang bergradasi
membuat efek realistik semakin kuat. Dalam dunia nyata bayangan bergradasi
biasanya tercipta karena sumber cahaya yang memancar tidak terlalu terang.
Begitu juga pada gambar ini cahaya matahari yang masuk tidak terlalu sempurna
karena sedikit terhalang oleh tirai yang seperti kelambu. Sehingga topi yang
terkena cahaya tersebut membentuk bayangan yang tidak tegas.
Gambar dibawah ini merupakan contoh
penggunaan metode Radiosity yang
lain. Terlihat pada kaca berwarna biru ketika diberi cahaya dari arah luar,
maka rak buku yang berada di depannya terkena efek cahaya dari kaca tersebut
sehingga menjadi berwarna biru. Pada bagian kiri bawah menunjukkan tingkat Radiosity yang melemah akan menimbulkan
efek gelap. Sedangkan cahaya yang dihasilkan oleh lampu tempel tersebar ke
seluruh objek yang ada di sekitarnya. Selain itu sebenarnya bagian wajah dan
baju bagian depan dari tokoh Tintin tidak terkena cahaya secara langsung namun
dengan adanya efek Radiosity
Color-Bleed kertas pada buku yang terkena cahaya maka menghasilkan seberangan
energi dari buku ke wajah dan baju Tintin.
Efek Radiosity Soft-Shadow
pada wajah dan baju.
Efek Radiosity Ambient Occlusion
Pada mata Captain Haddock dan tangan Tintin.
Efek Radiosity Ambient Occlusion pada kerut dahi dan area pipi dan hidung tokoh
Sakharine.







0 komentar:
Post a Comment